Vermilion part 1
Vermilion
Sahabat.. apa
arti sahabat yang
sebenarnya? Apa hanya sebuah kata yang terdiri dari 7 huruf yang tidak
mempunyai arti? Menurutku tidak. Sahabat
mempunyai arti penting di kehidupan semua orang termasuk diriku.
Dulu
saat aku masih duduk di kelas 7 SMP 179 Jakarta, seorang teman membentuk sebuah grup tari dan aku menjadi salah
satu anggotanya.Grup tari ini terdiri dari sembilan cewe cantik yang mempunyai
hobi sama yaitu menari dan menyanyi.Awalnya aku hanya dekat dengan
Jihan,Ersa,Annisa,Melati,Shafira,dan Fina karena mereka memang teman sekelasku
sedangkan Savira dan Retno aku baru mengenalnya setelah dikenalkan oleh
Melati.Lama kelamaan aku menjadi dekat dengan mereka berdua.Mungkin,karena
sifatku yang mudah bergaul.
Hari
itu,sepulang sekolah aku berkumpul bersama mereka di DPR(Dibawah Pohon Rindang)
dekat panggung untuk membicarakan nama yang cocok untuk grup tri ini.Di antara
sekian nama yang ada,aku dan yang lainnya memilih satu nama untuk grup tari
ini.
Vermilion.Nama
itulah yang aku pilih.9 huruf mewakili nama masing-masing anggotanya.V untuk
Savira,E untuk diriku sendiri,R untuk Ersa,M untuk Shafira,I untuk Annisa,L
untuk Melati,I untuk Fina,O untuk Retno,dan N untuk Jihan.Arti nama itu adalah
merah yang cemerlang.Kenapa merah?Karena menurutku warna merah melambangkan
semangat perjuangan dan banyak orang yang menyukai warna itu.Karena sebuah nama
adalah do’a,kami berharap Vermilion disukai banyak orang.
Di
sebuah Grup pastinya ada ketua yang memimpin.Aku dan yang lain berunding untuk
memilih siapa yang tepat menjadi ketua.
“Bagaimana kalau yang paling tua
aja yang jadi ketua?” Annisa mengusulkan.
“Oh iya bener sifatnya kan pasti
lebih dewasa dibanding yang lebih muda,sekarang sebutin tanggal lahir
satu-satu.Aku 31 Maret 1999” kata Retno.
“aku 24 Juli 1999” kata Melati
“Kalau aku 14 Januari 1999”
sambung Shafira
“15 Desember 1998”kata Ersa
“Tanggal 30 bulan maret 1999”
jawab Fina
“8 Juli 1999” kata Jihan
“29 November 1998” kata Savira
“23 Mei 1999” kata Annisa
“24 Juni 1999” jawabku terakhir.
“Berarti Savira yang jadi
ketua,yeeeee cocok kok cocok soalnya kan tuaaaa” teriak Fina kegirangan.
“yeeeee hahahaahaahaha ga boleh
gitu Fina kan tua….!!! Maksudnya lebih tua dari aku gituu” kata aku bercanda.
“aku mah paling muda.asikkkk”
kata Melati.Yang lain hanya mendengarkan dan tertawa
Hari
demi hari aku semakin akrab dengan mereka.Setiap pulang sekolah selalu
berkumpul untuk sekedar menggobrol.Hari minggu pagi ini hari pertama aku
memulai latihan bersama Vermilion di rumah Retno.Di sana bukanya latihan malah
asik mainan,menonton drama Korea,curhat masalah pribadi. Alhasil sore
menjelang, kita semua pulang, latihan dibatalkan.
Seperti
biasa sepulang sekolah aku berkumpul bersama Vermilion kali ini membahas keseriusan
latihan.
“kalo kaya gini gimana mau jadi
tariannya?gabakal jadi-jadi” Retno mulai membuka percakapan
“Gini aja gimana kalo salah satu
diantara kita bikin formasi gerakan.Siapa yang mau?” Usul Savira
“Aku deh,kalo bikin formasi doang
mah gampang” kata aku menjawab.
“Tulisannya yang bagus ya ca”
ledek Fina
“Yaelah mentang-mentang tulisan
aku jelek..iyadahhh yang tulisannya bagus” kataku sambil cemberut.
“hahhahaha ga boleh gitu
Fin,masih mending ada yang mau buat formasi walaupun tulisannya yaaaaaaa begitu
dehhh” ledek Ersa juga.
“Tuh kann pasti ujung-ujungnya ga
enak juga dehh..yang penting tulisan aku masih bisa dibaca tau!!” kataku
pura-pura marah
“yaahhh ngambek deh si elza”kata
Shafira
“jangan ngambek dong caaaa kan
Cuma bercanda” teriak Fina.Yang lain hanya tertawa.
“Okedehhh karna kita sebentar
lagi ulangan semester 2 latihannya abis pengambilan rapot pas liburan aja ya”kata
Savira
“sippp leader” semua serempak.
Liburan
kenaikan kelas tiba,aku senang bisa naik ke kelas 8.Saat liburan aku berlatih
dengan Vermilion setiap hari Minggu di rumah Retno.Aku benar-benar berlatih
dengan semangat dengan mereka.Sesekali beristirahat dengan mengobrol disertai
lelucon-lelucon yang membuat latihan
tidak terasa membosankan.Sekarang aku sudah mengetahui sifat-sifat yang
dimiliki mereka semua.Berbeda memang,bukankah sifat manusia tidak ada yang
sama?bahkan yang kembar pun berbeda.
Semenjak
masuk ke kelas delapan,rutinitas latihan menjadi berkurang.Sibuk dengan
tugas-tugas,kerja kelompok,urusan sekolah,dll.Aku,Ersa dan Annisa satu kelas,sedangkan
yang lain berbeda-beda kelasnya.Bahkan ada pula yang masuk siang.Aku jarang
berkumpul karena tugas yang banyak menumpuk begitupun yang lain sibuk dengan
urusannya masing-masing.
Pulang
sekolah,aku berkumpul untuk membicarakan tempat baru yang akan dipakai
Vermilion latihan.Tempat itu sudah 3 tahun tidak ditempati.Dulunya bekas tempat
latihan senam.Aku dan yang lain berniat untuk membersihkan tempat itu dan
berdoa disana.
Membersihkan
tempat latihan tidaklah gampang,lantai yang kotor,kaca yang banyak debu,kamar
mandi yang bau dan kotor,aku menghela nafas sambil terus beristigfar.Akhirnya
tugas dibagi-bagi walaupun 2 orang tidak datang.Aku kebagian menyapu dan
mengepel lantai bersama Melati.Shafira,Retno,Savira dan Fina membersihkan kamar
mandi.Sedangkan Ersa membersihkan kaca.Butuh waktu yang lama membersihkan
semuanya,belum lagi tiba-tiba Ersa merasakan sakit di perutnya.Sehabis
bersih-bersih aku berdoa bersama-sama di tempat latihan yang baru itu.Latihan
dimulai dengan semangat!!!!.
Perbedaan
pendapat sering sekali terjadi saat latihan berlangsung.Biasanya karena satu
orang yang sering sekali tidak hadir saat latihan.Aku harus menahan emosi
ketika Jihan lagi-lagi tidak datang.Ketika dia datang aku harus mengulang
formasi dari awal lagi,aku memang bisa menahan emosiku tapi bagaimana yang
lainnya? aku bisa melihat raut wajah yang lain berubah kusam menunggu dia
bisa.Ibaratnya hanya menunggu satu orang berjalan dari Jakarta seorang diri sementara
yang lain sudah sampai di Bali.
Jihan
tidak menyadari kesalahannya,aku hanya terus bersabar jika dia tidak dating
latihan.Memang diantara yang lain, Retno lah yang paling suka menasehati orang
lain jika memang berbuat kesalahan.Akhirnya Retno menasehati dia agar latihan
rajin datang,Retno bilang kasihan yang lain udah cape-cape latihan masa
diulang-ulang terus.Dia menyadari kesalahannya dan berjanji tidak akan
mengulangi lagi.Kalau keadaan udah panas kaya gini,Savira lah yang menenangkan
aku dan yang lain.Setelah keadaan sudah seperti biasa lagi aku akan membuat
lelucon-lelucon segar membuat mereka mengembangkan senyuman kembali.
Sekolah
sebentar lagi akan mengadakan acara perpisahan kelas 9 angkatan
2012-2013.Sedangkan persiapan Vermilion untuk tampil di acara itu masih 65%.Seperti
biasa,aku berlatih di hari Minggu bersama mereka di tempat latihan.Tapi,latihan
kali ini hanya berdelapan karena Jihan tidak hadir lagi.Kalau seperti ini
bagaimana mungkin bisa pentas di panggung sekolah.Aku dan yang lain bingung mengapa
Jihan jarang datang saat latihan padahal dia sudah berjanji akan rajin datang.
Suatu
hari di sekolah,aku bertanya kepada Jihan mengapa dia jarang datang saat
latihan.Dia bilang ibunya melarangnya untuk latihan.Jika sudah begini,aku
bingung harus berbuat apa.Aku membicarakan masalah ini kepada
Savira,Retno,Ersa,Shafira,Annisa,Fina dan Melati.
Sebulan
lagi acara perpisahan akan diadakan, Satu-satunya cara untuk menyelesaikan
masalah ini adalah bicara langsung pada Ibunya Jihan.Aku,Savira,Retno,dan Fina
yang berangkat menemui ibu Jihan.Jantungku berdebar cepat takut kalau ibunya
marah dan tetap tidak memperbolehkan
Jihan latihan.
“Assalamualaikum” kata kami
berempat
“Waalaikumsalam,Jihannya ga
latihan.” Jawab ibu Jihan
“Kenapa ga latihan tante?sebentar
lagi acarannya mau diadain tapi Jihan
jarang latihan” kata Retno
“Sebulan lagi tante acaranya
diadain” kata aku menambahkan
“Jihannya takut kecapean kemarin
Sabtu udah pulang sore.Sekarang dia tante suruh tidur main terus abisnya.” Ibu
Jihan menjawab.
“Kita kan ga main tante,latihan
beneran buat perpisahan kelas 9 nanti” Savira menjelaskan.
“latihannya juga banyak
istirahatnya kok tante,jadi ga cape” Fina ikut menjelaskan
“Latihan beneran, ga main?soalnya
tante takut Jihan kecapean aja terus sakit.”kata Ibu Jihan.
“Iya tante ya Allah beneran kita
ga boong” kata Retno meyakinkan.
“Yaudah kalo begitu Jihannya
boleh latihan”
“yeeeee makasih ya tante ^^” aku
berterimakasih.
“iya sama-sama”
Masalah
Jihan sudah selesai.Dia sudah bisa latihan seperti biasa tanpa ada larangan
dari ibunya lagi.Aku sangat senang latihan bisa bersembilan lagi.
Malam
hari setelah menemui ibunya Jihan,aku membaca sebuah novel tentang
persahabatan,aku bingung bedanya teman dan sahabat itu apa.Aku mendapat
jawabannya ketika bersama Vermilion selama ini.
Teman ada
didekat kita ketika kita merasa senang,belum tentu dia ada ketika kita merasa
susah.Tetapi sahabat,mereka ada disaat kita lagi senang,gembira,bahagia,dia
juga ada membantu disaat kita lagi nerima musibah,lagi kesusahan,kebingungan.Sahabat
mau nasehatin kita kalo emang kita berbuat salah.Sahabat mau berjuang membela
kita kalo emang kita benar.Sahabat mau mengalah,Sahabat mau berbagi,Sahabat mau
melindungi,Sahabat saling melengkapi, Sahabat apa adanya seperti kedelapan sahabatku
di Vermilion.
Mereka ber-8
mau menemaniku disaat senang dan susah ,menasehatiku ketika berbuat salah ,mengalah
demi menghindari perselisihan ,berbagi apapun kepadaku ,melindungiku dari apa
yang membahayakan ,menerima kelebihanku melengkapi kekuranganku ,dan yang
terpenting adalah mereka apa adanya tidak melebihkan apapun yang mereka punya,masih
tetap sama dari aku mengenal Savira ,Ersa ,Shafira ,Fina ,Retno ,Annisa
,Jihan ,dan Melati satu tahun yang lalu.Sekarang
aku tidak ragu lagi untuk memanggil mereka sahabat.
Tidak
terasa dua minggu lagi acara perpisahan akan diselenggarakan.Aku dan yang lain
sudah tidak sabar menantikannya.Setiap sholat aku selalu berdo’a semoga
penampilan Vermilion nanti sukses dan berjalan dengan lancar.Kostum untuk
dipakai nanti adalah jaket bertuliskan Vermilion di belakang,baju kaos,celana
jeans biru,dan sepatu.Tapi,baju kaos yang akan digunakan belum ada,aku dan kedelapan
sahabatku berdebat ingin membeli dimana kaos itu,ada yang berinisiatif untuk
membeli dipasar,membeli online,dan pada akhirnya ibunda Annisa bersedia untuk membelikan baju kaos
itu.
Hari
itu,30 Mei 2013 perpisahan kelas 9 angkatan 2012-2013 dilaksanakan ,hari dimana
Vermilion juga akan tampil sebagai pengisi acara.Dag dig dug dag dig dug hatiku
sangat tidak tenang.Sebelum tampil,aku memberi kaset kepada panitia kemudian
aku dan sahabat-sahabatku berdoa terlebih dahulu.
Tiba
saatnya Vermilion dipanggil naik ke atas panggung,aku semakin deg deg’an takut
jika melakukan kesalahan di atas panggung.Aku menyemangati yang lain agar
mereka tidak grogi.”Glow Glow Hwaiting!!!!” begitulah yel-yel penyemangat Vermilion.
Aku sudah
berada di atas panggung dan siap menari,bukannya mendengar lagu yang sudah disiapkan ,yang terdengar malah
suara kaset rusak.Aku panik begitupula
yang lainnya.Retno pun turun dari panggung untuk memeriksanya ,disusul Savira
dan aku yang ikut turun,kemudian semuanya ikut turun.
Kaset
yang aku berikan tadi ternyata tidak bisa disetel.Untungnya aku bawa flashdisc
berisikan lagu tersebut.Aku sangat malu dan kecewa karena penampilan kami
ditunda menjadi penampilan kedua setelah pemain gitar.Tapi tidak apa-apa yang
penting jadi tampil.
Tepukan
meriah mewarnai selesainya penampilan Vermilion dipanggung.Aku sangat lega dan
bersyukur walaupun ada kesalahan teknis sedikit.Terlihat senyuman mengembang
dari bibir sahabat-sahabatku.Aku senang melihat mereka tersenyum.
Sahabat
bisa menjadi teman,sedangkan teman belum tentu bisa menjadi sahabat.Sangat
gampang dan cepat mencari teman,tetapi sangat sulit dan butuh waktu yang lama
untuk menemukan sahabat.
Quotes : Bulan bersinar karena
pantulan sinar matahari,sementara bintang bersinar karena cahayanya
sendiri,satu tujuan mereka yaitu menerangi bumi disaat gelap.Jadilah bulan yang
menerima kekurangannya,Jadilah matahari yang mau membatu,jadilah bintang yang
bekerja keras dengan usahanya sendiri.Sahabat yang baik menerima kekurangan
kita dan membantu menutupi dengan kelebihannya,dan berusaha keras melewati kegelapan dan menggapai impian bersama-sama.
~To Be
Continue~
Komentar
Posting Komentar